Jumat, 01 Januari 2016
ARTI LAMBANG TAPAK SUCI
Arti lambang
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
Bentuk bulat : Bertekad Bulat
Berdasar biru : Keagungan
Bertepi hitam : Kekal dan abadi melambangkan sifat ALLAH SWT
Bungan Mawar : Keharuman
Warna Merah : Keberanian
Daun Kelopak hijau : Kesempurnaan
Bunga Melati Putih : Kesucian
Jumlah Sebelas : Rukun Islam dan rukun Iman
Tangan Kanan Putih : Keutamaan
Terbuka : Kejujuran
Berjari Rapat : Keeratan
Ibu jari tertekuk : Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah
Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama
"TAPAK SUCI",
yang mengandung arti:
Bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH Subhanahuwata’ala, kekal dan abadi.
Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna.
Dengan Kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman.
Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.
IKRAR TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Asyhaduanlaailaaha illallaah,
Wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah.
Radhiitu billaahi robba,
Wa bil Islaami diina,
Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula
Ikrar Anggota
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH
1.Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semataMengabdi kepada Allah,
2.Berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan dan kebenaran,
3.Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
4.Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
5.Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan,
6.Dengan IMAN dan AKHLAQ saya menjadi kuat, tanpa IMAN dan AKHLAQ saya menjadi lemah.
Laa hawla wa laa kuwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiim
SEJARAH TAPAK SUCI
SEJARAH Tapak Suci
Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.
Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. BurhanM.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar SyuhadaSoedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara
Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.
Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.
K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.
Kauman, Seranoman dan Kasegu
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.
Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.
M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman". Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"
Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.
Lahirnya Tapak Suci
Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.
Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.
Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.
Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci.
Dok potho oleh iffan jember
KEJURDA TAPAK SUCI PIMDA 052 KABUPATEN BEKASI
KEJURDA Pra Remaja & Remaja Tapak Suci PIMDA 052 KABUPATEN BEKASI 2015
Telah sukses diselenggarakan di GOR Tambun pada tgl 27 sd 29 November 2015. Kejurda ini diikuti oleh 221 atlit dan menghasilkan juara dari pesilat pra remaja & remaja di Kabupaten Bekasi. Hasil dari Kejurda ini, Pimda 052 akan mempersiapkan para atlit melalui pemusatan latihan untuk mengikuti Kejurwil Tapak Suci di Kabupaten Kuningan tahun 2016.
Kejurda Pimda 052 Kabupaten Bekasi di buka langsung oleh Ketua Umum IPSI Kabupaten Bekasi Bapak Imam Sutarto, Amd dan di tutup oleh Ketua Pimda Tapak Suci Kabupaten Bekasi Bapak Drs. Suhandi Harto M.Pd, P.Ka
Pesan beliau, bagi atlit yang belum berhasil agar tetap semangat berlatih dan bagi yang menang agar dapat mempertahankan dan mengukir prestasi setinggi-tinggi nya karena usia remaja adalah usia muda yang perjalanan prestasinya masih panjang.
Demikian sekilas KEJURDA Pra Remaja & Remaja TAPAK SUCI PIMDA 052 KABUPATEN BEKASI 2015.
Moto Kejurda : Pesilat Berkarakter dan Berprestasi merupakan Masa Depan Emas bagi Bangsa dan Negara.
Kamis, 08 Oktober 2015
PENDEKAR RAJAWALI (Tapak Suci)
(Tan Fung Wiek)
Pencipta Jurus Rajawali Perguruan
Tapak Suci Putera Muhammadiyah
adalah Pendekar Mohammad Anas.
Beliau adalah Warga Indonesia
keturunan Tionghoa yang tinggal di
daerah pasar baru Jakarta Pusat.
Tidak Semua anggota Tapak Suci
mengenal sosok beliau yang semasa
hidupnya memberikan waktu dalam
kesehariannya 60% Membina
Anggota Tapak Suci dan 40 %
Berwiraswasta (Usaha Percetakan
dan Sablon).
Tulisan ini semoga bisa menjadi
Referensi sekaligus Motivator untuk
memberikan yang terbaik untuk
Tapak Suci sebagai media Da'wah
Islam Amar ma'ruf nahi munkar.
Mohamad Anas dengan
Kecintaannya kepada Islam melalui
Tapak Suci menjadi seorang muslim
yang istiqomah walau harus
menanggung konsekwensi disisihkan
dari keluarga yang berbeda
keyakinan.
Sebelum kenal Tapak Suci dan masuk
Islam beliau memiliki nama asli Tan
Fung Wiek. Tan Fung Wiek dikenal
dengan sifat temperamennya yang
keras. Suka berantem di jalanan,
hingga ditakuti banyak preman di
Jakarta Pusat. orang yang memiliki
komitmen yang kuat.Apa yang telah
dia ucapkan adalah janji dan
pantang untuk tidak ditepati.
Didalam hatinya dia pernah
berjanji barang siapa yang bisa
mengalahkan dia (beradu ilmu silat)
maka dia akan tunduk pada orang
itu dan akan memanggilnya guru
pada orang tersebut.
Menurut riwayat, Ilmu Beladiri Tan
Fung Wiek begitu tinggi. Rekor
bertarungnya tercatat bahwa Tan
Fung wiek pernah menghajar preman
dan orang sekampung di pasar
Cikini.Gara-gara selisih paham
dengan warga setempat.
Dengan senjata menggunakan
senjata toya dan double stik Tan
Fung Wiek sering malang meilntang
menghajar orang.Ironisnya Saat itu
selain berilmu silat tinggi Tan Fung
Wiek dikenal sebagai
berandalan,pemabok,dan biang onar
yang membikin resah warga.
Menurut warga setempat Kehandalan
ilmu beladiri Tan Fung Wiek hampir
tak tertandingi.Dia mampu
melompati tembok setinggi 5 meter
dengan sekali loncat untuk
meloloskan diri.
Ilmu Beladiri Tan Fung Wiek konon
dia belajar ilmu beladiri berasal
dari perguruan Lo Ban teng.Konon
perguruan Lo Ban Teng lahir di
Tang-Ua-Bee-Kee,kota Cio-
bee,propinsi Hok-kian,Tiongkok
Tengah.
Pada tanggal 1 bulan keenam tahun
2437 (Masehi 1886),adalah ayah
dari Lo Siauw Gok,seorang sinshe
dan guru kung fu legendaris
Indonesia.
Ayahnya bernama Lo Ka Liong yang
memiliki toko arak "Kim Oen Hap",Ia
sendiri berasal dari Eng-
teng,sebuah kota lain dalam propinsi
Hok-kian Ban Teng yang
perawakannya kokoh-kekar
semenjak kecil, seorang anak yang
'nakal'.
Ketika Ia berusia kira-kira 17
tahun,ayahnya mengirimnya ke
Indonesia untuk tinggal di rumah
saudara misannya (chin-thong) di
kampung Selan,Semarang.Ban Teng
tidak kerasan dan hanya berdiam 7
bulan,Ia kembali ke Tiongkok.
Pada usia 19 tahun Ban Teng
dikawinkan ayahnya dengan seorang
gadis dari Eng-Teng bernama Lie
Hong Lan.
Dari perkawinan ini ia memperoleh
seorang puteri yang dinamakannya
Lo Lee Hoa.Ia juga mengangkat
seorang anak lelaki untuk
menyambung marganya dan
dinamakan Lo Siauw Eng.
Ayah dan Ibunya meninggal dunia
ketika Ban Teng berusia 23 tahun
Guru silat Ban Teng bernama Yoe
Tjoen Gan,seorang antara 5 murid
terbaik dari ahli silat Tjoa Giok
Beng dari Coan-ciu,pemimpin cabang
silat Siauw Lim Ho Yang Pay.Yoe
Tjoen Gan adalah seorang pembuat
bongpay.
Ia meninggal ketika Ban Teng
berusia 27 tahun dan mewarisan
kepada BanTeng sejilid buku resep-
resep obat dan sejilid buku tentang
ilmu silat Ho Yang Pay serta sebuah
ban pinggang dari kulit yang sampai
sekarang masih disimpan para ahli
waris Ban Teng).
Ban Teng juga dikenal dengan
julukan Pek Bin Kim Kong (Malaikat
berwajah putih).
Pek Bin Kim Kong Lo Ban Teng
datang kembali ke Semarang -
Indonesia di tahun 1927 saat ia
berusia kira-kira 41 tahun.
Ia mengajak seorang kemenakannya
Bernama Lim Tjoei Kang (belakangan
namanya juga terkenal dalam
kalangan kun-thao di Indonesia) yg
dititipkan pada Su-siok Lo Ban Teng
yaitu sin-she Sim Yang Tek di
Singapura (Sampai sekarang
terkenal dalam kalangan persilatan
disana).
Belum lama bermukim di Semarang
Ban Teng kecantol Go Bin Nio seorang
gadis yg ramah halus budi
bahasanya.
Kemudian nona ini menjadi nyonya
Lo yg kedua. Di Tiongkok Ban Teng
punya seorang istri dan seorang
anak perempuan bernama Lee Hwa.
Setahun kemudian lahir anak
pertama dan diberi nama Siauw
Hong.
Ban Teng bersembahyang kepada
arwah gurunya Yoe Tjoen Gan bahwa
anak pertamanya diberi marga
sesuai gurunya Yoe.Yoe Siauw Hong
kemudian hari diserahkan kepada
istri pertama Ban Teng di Tiongkok.
Lo Ban Teng dari istrinya Go Bin Nio
memiliki 12 anak tidak termasuk Lee
Hwa dan Siauw Eng .Anak ke 2 Lo
Siauw Gok (1931),ke3 Siauw Bok
(1934) ke 4 Siauw Tiauw.
Tahun 1938 Ban Teng pindah ke
Jakarta dan tinggal bersama sin she
Lo Boen Lioe (juga jago kun-thao) di
Kongsi Besar.anak ke 5 Siauw
Loan,ke 6 Siauw Gim,ke 7 Siauw
Tjoen,ke 8 Siauw Ling (1943),ke 9
Siauw Tjiok (1947),ke 10 Siauw Tjioe
(1949,ke 11 Siauw Koan (1952,ke 12
Siauw Nyo (1955).
Lo Ban Teng meninggal dunia pada
tanggal 27 Juli 1958 dalam usia 72
tahun. Lo Siauw Gok menjadi ahli
waris dan penerus kemahiran silat
dan pengobatan dari ayahnya.
Informasi terakhir sebagian anak
cucu Lo Ban Teng tinggal di
pinggiran Jakarta di perumahan
"Modernland" Tangerang.Suatu
ketika Tan Fung Wiek bertemu
Pendekar Besar Barie Irsjad di
Menteng Jakarta Pusat.
Entah bagaimana mulanya.Konon
diceritakan oleh salah satu murid
Tan Fung wiek pada penulis bahwa
kedua jago silat ini pernah beradu
kaweruh.Dan Tan Fung Wiek kalah
dengan orang dari Yogja itu.
Maka sesuai janjinya dalam hati
Tan Fung Wiek, jika ada orang bisa
mengalahkan dia maka dia akan
menganggap orang itu adalah
gurunya.
Akhirnya Tan Fung Wiek mengangkat
pendekar Besar Barie Irsjad sebagai
gurunya. Dan dia belajar dengan
pendekar barie Irsjad.Dan Tan Fung
Wiek pun diajarkan oleh Pedekar
Barie Irsjad mengenai Keimanan
dan Akhlaqul karimah.
Pendekar Barie Irsjad mengenalkan
Tan Fung Wiek tentang Al-Islam dan
kemuhammadiyahan dan
dikenalkannya dengan Tapak Suci.
Akhirnya Tan Fung Wiek pun belajar
keislaman dan Tapak Suci secara
langsung pada sumbernya.
Dan pada masa orientasi
berakhirnya latihan untuk
memperoleh gelar kependekarannya
Tan Fung Wiek harus menampilkan
Karya nyata sesuai tradisi
perguruan Tapak Suci.
Dan beliau menciptakan Jurus
Rajawali dan mendidikasikannya
sebagai sumber keilmuan Tapak Suci.
Jurus Rajawali diciptakan
mempunyai karakter yang
mengadopsi dari jurus jurus Lo Ban
Teng.Jika diperhatikan dan
dipelajari seksama maka Jurus ini
akan nampak seperti aliran Beladiri
WingChun.
Karena karakter Jurus ini dominan
di pertarungan jarak pendek dan
cenderung defensif dan memiliki
serangan yang sangat
mematikan.Jurus Rajawali
menggunakan penyaluran tenaga
dari pinggang yang diringi dengan
pernafasan.
Dengan demikian untuk mempelajari
Jurus Rajawali secara maksimal
maka seorang pesilat harus melatih
peyaluran tenaganya dengan metode
"kocokan". Istilah kocokan ini yang
dimaksud adalah suatu gerakan
seperti melempar benda berat secara
spontan namun lemparannya
ditahan di depan.
Sehingga menghasilkan gerakan
tubuh seperti tergoncang karena
menahan gaya sentripetal lemparan
yang dilepas. Gerakan kocokan tadi
selanjutnya bisa divariasikan
dengan menggunakan barbel khusus
yang disebut sosohan.
Selanjutnya pada puncaknya Tan
Fung Wiek memeluk agama Islam dan
mengganti namanya dengan sebutan
Mohammad Anas.
Semenjak memeluk agama Islam dan
masuk perguruan Tapak Suci Tan
Fung Wiek/Pendekar Anas
memperoleh cobaan baru lagi dari
keluarganya. Beliau ditentang
karena belajar silat dan masuk
Islam. Belia sempat dikucilkan oleh
keluarganya.
Karena dianggap telah menentang
adat keluarga. Sebagai orang
Tionghoa harusnya ia belajar
beladiri kungfu bukan Pencak Silat.
Dan tetap memeluk agama selain
Islam. Namun Pendekar Anas tetap
pada pendiriannya dengan
menerima segala konsekwensi.
Bahkan Pendekar Anas rela
menceraikan istri tercintanya demi
keyakinannya yang baru. hal itu
terjadi karena sang Istri tidak mau
memeluk agama Islam. Sungguh besar
pengorbanan beliau demi
mempertahankan sebuah keyakinan
agama Islamnya dan perguruan
Tapak Suci.
Dalam kiprahnya Pendekar Anas di
Tapak Suci telah banyak menelorkan
pesilat pesilat Tapak Suci yang
tangguh di Jakarta Pusat.