Sabtu, 02 Januari 2016

TATA GERAK KAKI

TATA GERAK KAKI

DALAM PERGURUAN TAPAK SUCI

( PIMDA 052 KAB.BEKASI)

Tata gerak kaki adalah materi dasar dalam Ke-Ilmuan Tapak Suci yang mengatur tata cara Berdiri dan berjalan, dan didalam Perguruan Tapak Suci tata gerak kaki ini dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :

TATA GERAK KUDA-KUDA

“DALAM PERGURUAN TAPAK SUCI”

1. KUDA-KUDA DASAR

Kuda-kuda dasar menurut latak badan terhadap tumpuan, terbagi menjadi tiga bagian. diantaranya :

Kuda-Kuda Dasar AtasKuda-Kuda Dasar TengahKuda-Kuda Dasar Bawah

2. PERUBAHAN BENTUK DASAR KUDA-KUDA

Perubahan bentuk dasar kuda-kuda diajarkan atas dasar kegunaan dan kebutuhan dalam praktek, dan atas dasar kebutuhan tersebut maka perubahan bentuk dasar kuda-kuda dibagi menjadi :

Kuda-Kuda Berat Badan Didepan

Bentuk kuda-kuda berat badan didepan adalah condong kedepan dengan kaki depan menumpu berat badan lebih besar dari pada kaki belakang.

Kuda-Kuda Berat Badan Dibelakang

Bentuk kuda-kuda berat badan dibelakang adalah condong kebelakang  dengan kaki belakang menumpu berat badan lebih besar dari pada kaki depan.

Kuda-Kuda Segaris Menghadap

Bentuk Kuda-kuda segaris menghadap adalah kedua kaki segaris menghadap dengan masing-masing telapak kaki di buka kira-kira 45 derajat.

Kuda-Kuda Segaris Kedepan

Bentuk kuda-kuda segaris kedepan adalah dengan kedua telapak kaki terletak dalam satu garis lurus.

Kuda-Kuda Lipat

Bentuk kuda-kuda lipat adalah dengan kedua kaki saling melipat.

Kuda-kuda Satu Kaki

Bentuk kuda-kuda satu kaki adalah dengan satu kaki sebagai tumpuan dan kaki yang lain diangkat keatas dengan lutut tertekuk.

3. CARA BERBALIK HADAP  (KUDA-KUDA BALIK HADAP)

Tata cara berbalik hadap terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :

Sikap Balik Satu (Kuda-kuda balik satu)

Balik satu dilakukan dengan cara telapak kaki depan digeser masuk kedalam dengan jarak kedua telapak kaki tetap, diputar untuk berbalik hadap.

Sikap Balik Dua (Kuda-kuda balik dua)

Balik dua dilakukan dengan cara telapak kaki belakang digeser masuk kedalam dengan jarak kedua telapak kaki tetap,diputar untuk berbalik hadap.

Sikap Balik Tiga (Kuda-kuda balik tiga)

Balik tiga dilakukan dengan cara kaki depan melangkah kebelakang satu langkah, setelah berbalik hadap menjadi maju satu langkah.

Sikap Balik Empat (Kuda-kuda balik empat)

Balik empat dilakukan dengan cara kaki belakang melangkah kedepan satu langkah, setelah berbalik hadap menjadi mundur satu langkah.

Sikap Balik Lima (Kuda-kuda balik lima)

Sikap balik hadap ini mengatur cara balik hadap untuk kuda-kuda lipat telapak kaki depan digeser kebelakang langsung berputar dalam kedudukan lipat.

Sikap Balik Enam (Kuda-kuda balik enam)

Sikap balik hadap ini mengatur cara balik hadap untuk kuda-kuda segaris kedepan, dijalankan tanpa memindahkan kaki.

4. TATA CARA MELANGKAH

Melangkah/langkah adalah cara berjalan untuk mendekati atau menjauhi dengan tujuan mendapatkan posisi yang baik, cara melangkah ini terbagi menjadi dua bagian :

Melangkah Kedepan

Melangkah kedepan dilakukan dengan cara memindahkan kaki belakang melangkahi kaki depan.

Melangkah Kebelakang

Melangkah kebelakang dilakukan dengan cara memindahkan kaki depan melangkahi kaki belakang.

5. TATA CARA MENGGESER

Tata cara menggeser terbagi menjadi tiga bagian :

Menggeser Kedepan

Menggeser kedepan dijalankan dengan menggeser kaki belakang mendekati kaki depan.

Menggeser Kebelakang

Menggeser kebelakang dijalankan dengan menggeser kaki depan mendekati kaki belakang.

Menggeser Kesamping

Menggeser kesamping dijalankan dengan menggeser kaki belakang samping luar, kaki depan menyesuaikan dengan menggeser kesamping luar.

6. TATA CARA DEDET

Dedet adalah cara melangkah untuk mendekati atau menjauhi lawan, dedet terbagi menjadi dua bagian :

Dedet Kedepan

Dedet kedepan dijalankan dengan menggantikan posisi kaki depan dengan posisi kaki belakang.

Dedet Kebelakang

Dedet kebelakang dijalankan dengan menggantikan posisi kaki belakang dengan posisi kaki belakang.

7. TATA CARA LANGKAH LIPAT

Langkah lipat dibagi menjadi dua bagian :

Langkah Lipat Depan

Langkah lipat depan dijalankan dengan memindahkan kaki melangkahi kaki bagian depan, posisi telapak kaki menghadap kedepan, dan posisi badan dilipat.

Langkah Lipat Belakang

Langkah lipat belakang dijalankan dengan memindahkan kaki melangkahi kaki bagian belakang, dan posisi telapak kaki menghadap kebelakang, dan posisi badan dilipat.

8. TATA CARA MELONCAT

Langkah loncat dijalankan dengan satu loncatan kedepan atau kebelakang.

9. TATA CARA HINDARAN

Hindaran adalah satu upaya untuk melepaskan diri tanpa harus memindah arah lintasan serangan, hindaran dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa gerakan jurus dasar, diantaranya :

Tangkai Mawar Tertiup Angin

Tangkai mawar tertiup angin adalah hindaran yang dijalankan dengan meliukkan pinggang kearah luar, kearah dalam dengan pijakan kaki tetap.

– Meliukkan pinggang dengan disertai melangkah serong kearah dalam belakang dan kearah dalam depan.

– Meliukkan pinggang dengan disertai melangkah serong kearah luar belakang dan kearah luar depan.

Harimau Lapar Meliuk Diri

Harimau lapar meliuk diri adalah hindaran yang dijalankan dengan berputar dan berporos pada satu kaki yang memutari tubuh.

Harimau Tidur

Harimau tidur adalah hindaran yang dilakukan dengan cara menjatuhkan diri (Jatuh kearah depan, kearah belakang, kearah keluar depan, dan kearah kedalam depan).

Rajawali Terbang

Rajawali terbang adalah hindaran yang dijalankan dengan loncatan keatas dan sesuai kebutuhannya maka dapat jatuh kearah manapun yang dikehendaki. dan dapat juga dengan posisi kaki tetap atau bergantian.

Doa Pembukaan dan Penutupan

Doa Pembukaan dan Penutupan

Doa Pembukaan dan Doa Penutupan dilaksanakan dalam Sikap Duduk Berdoa, dilakukan dengan khidmat dan tertib. Doa Pembukaan dan Doa Penutupan dilaksanakan pada setiap kegiatan pendidikan dan latihan, oleh seluruh anggota

Doa Pembukaan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Radhiitubillaahi robba, Wabil Islaami diina,Wabimmuhammadinnabiyya wa rasuula,
Rabbi zidnii 'ilma warzuqni fahma.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang,

Saya telah ridla, Allah tuhanku. Dan saya telah ridla Islam menjadi agama saya. Dan saya telah ridla, Muhammad itu adalah seorang Nabi dan Rasul. 
Ya Allah, tambahkanlah ilmuku dan pertinggikanlah kecerdasan (faham) ku.

Doa Penutupan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Allaahumma arinil haqqa haqqan,
Warzuqnit tibaa'ah,
Wa arinil baathila baathilaan,
Warzuqnij tinaabah, Amin
Alhamdulillahirabbil'aalamiin

Artinya:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyanyang,

Ya Allah, tampakkanlah kepada hamba, bahwa (barang) yang haq (benar) akan tetap benar. Dan anugerahkanlah pada hamba kekuatan untuk mengamalkannya.
Dan tampakkalnlah kepada hamba, bahwa (barang) yang bathil akan tetap bathil. Dan berikanlah hamba kekuatan untuk meninggalkannya. Ya Allah, kabulkanlah permohonan hamba. 
Segala puja dan puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Setiap insan TAPAK SUCI memahami bahwa segala ilmu dan pengetahuan itu adalah milik Allah SWT, termasuk ilmu dan seni beladiri. Untuk itu bagi insan TAPAK SUCI kegiatan-kegiatan perguruan dipandang sebagai kegiatan yang pada hakikatnya adalah menuntut ilmu dan menambah kecerdasan. Karena itulah pada setiap pembukaan latihan doa pembukaan merupakan permohonan kepada Allah SWT agar dipermudah untuk mempertinggi kecerdasan dan menambah ilmu dengan yang bermanfaat.

Setiap apa yang dimiliki oleh manusia, baik itu berupa ilmu ataupun harta, sesungguhnya tidak akan memberi manfaat apabila tidak didasari oleh kesadaran akan mengenal Allah SWT. Hakikat tertinggi dari mencari ilmu pengetahuan sesungguhnya adalah untuk meingkatkan kemampuan dalam membedakan mana yang haq dan bathil, yang dengan demikian mengantarkan manusia menjadi lebih dekat dalam mengenal Sang Rabb. Bukanlah dikatakan suatu ilmu, melainkan suatu kebodohan, apabila dengan hal itu orang malah menegakkan yang bathil dan membuat jauh dari mengenal Allah. Karena itulah doa penutupan TAPAK SUCI merupakan permohonan kepada Allah SWT agar tampak jelas mana hal yang bathil dan mana yang haq. Wallahualam bishawab.

PENCAK SILAT DALAM KAJIAN ISLAM & BUDAYA BEROLAH RAGA

PENCAK SILAT DALAM KAJIAN ISLAM & BUDAYA BEROLAH RAGA

Dalam dinamika masyarakat Indonesia yang pluaralistik di tengah arus transformasi sosial budaya, muncul fenomena yang menarik dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Di satu pihak terlihat sebagian umat Islam yang seolah-olah mengabaikan ajaran agama demi mengejar kesenangan duniawi, namun di pihak lain berkembang pula kesadaran beragama umat Islam yang ditandai antara lain makin semaraknya umat Islam dalam mengamalkan syari’at Islam. 

Salah satu dari keinginan umat Islam untuk mengamalkan syari’at agamanya itu adalah dalam hal berolah raga. Di berbagai forum pengajian, dialog, atau diskusi agama Islam terlihat makin kuatnya keinginan umat Islam untuk dapat menjalankan berbagai aktivitas olah raga dengan tetap menaati syari’at Islam. Karena, kini kesadaran berolah raga di kalangan masyarakat termasuk umat Islam makin menguat.

Sejalan dengan hal itu, pendidikan yang mampu melahirkan anak shalih adalah pendidikan yang terpadu dan selaras, yakni yang mempertimbangkan seluruh aspek yang ada dalam diri manusia: hati, akal, dan fisik. Artinya, pendidikan anak dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pembinaan mental dengan iman dan amal shalih, serta akhlak mulia, atau hanya pembinaan akalnya agar cerdas, melainkan juga pembinaan jasmaninya agar sehat. 

Masing-masing aspek tersebut –akal, hati, dan fisik-- tidak dapat berdiri sendiri. Ketiganya harus harmonis dan seimbang. Sebab, mengutamakan pembinaan fisik dengan mengabaikan akal dan hati akan melahirkan manusia hayawaani. Mengutamakan pikiran saja akan melahirkan manusia syaithaani. Sedangkan mengutamakan hati semata tentu tidak realistik, karena manusia bukanlah Malaikat. 

Pendidikan yang selaras, harmonis, dan utuh seperti di atas diistilahkan oleh para ahli dengan tarbiyah mutakaamilah. Pendidikan yang harmonis dan utuh itu menurut Abdullah Naashih ‘Ulwaan (dalam Ilyas, 1999: 178) dalam bukunya Tarbiyah al-Aulaad fi al-Islaam mencakup pendidikan iman, akhlak, jasmani, akal, jiwa, kemasyarakatan, dan 

seks (at-tarbiyyah al-iimaniiyah, al-khuluuqiyah,al-jismiyah, al-‘aqliyyah, an-nafsiyyah, al-ijtimaa’iyyah, dan al-jinsiyyah). 

Jadi, salah satunya yang harus disosialisasikan dan ditanamkan dalam pendidikan umat Islam adalah aktivitas berolah raga. Permasalahannya adalah bagaimana kita dapat berolah raga untuk menjaga kesehatan dan merawat kebugaran tubuh dengan tetap mengikuti syari’at Islam? 

1. Pendidikan Jasmani dalam Islam

Dalam konteks pendidikan secara komprehensif, pendidikan jasmani atau berolah raga harus pula mendapat porsi yang seimbang di samping pendidikan iman, akhlak, akal, jiwa/ mental, dan pendidikan seks. Dalam konteks ini Rasulullah saw. bersabda: 

“Ajarkanlah anak kalian dengan berenang dan memanah, dan kepada anak perempuan dengan menenun (menjahit)” (H.R. Imam Bukhari). 

Hadits ini secara tekstual atau harfiah hanya memerintahkan kita untuk (berolah raga) ‘berenang dan memanah’. Namun, secara semiotik ‘berenang dan memanah’ semestinya harus dipahami sebagai simbol yang mengandung makna (sign) berolah raga secara luas, baik olah raga yang bersifat umum untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh seperti berlari, senam, tenis lapangan, basket bal, dan sebagainya, maupun olah raga yang mengandung unsur bela diri seperti  PENCAK SILAT  yang merupakan warisan budaya bangsa INDONESIA atau beladiri sejenis, seperti karate, tinju, gulat, tae kwon do, dan sebagainya.

Di pihak lain pentingnya olah raga bagi manusia ini telah melahirkan slogan dalam masyarakat seperti: “Tiada hari tanpa olah raga”. Bahkan, dalam rangka mendorong masyarakat berolah raga pemerintah –zaman Orde Baru-- mencanangkan slogan (meskipun terkesan bombastis): ”Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga”. 

Berikut akan dipaparkan secara singkat seputar pentingnya olah raga bagi manusia, terlebih utamanya bagi para remaja. Juga akan kemukakan olah raga pada zaman Rasulullajh saw. dan akan dikaji pula olah raga yang sejalan dengan etika Islam. 

2. Olah Raga Menunjang SDI Berkualitas: Sebuah Fakta Empiris

Pembinaan jasmani dengan berolah raga secara rutin dan teratur--di samping pendidikan intelektual (akal), pembinaan mental (hati), bermasyarakat (sosial), dan pendidikan seks (biologi/ genetika)-- bagi remaja atau siapa pun itu sangat penting untuk kesehatan. Olah raga memiliki banyak manfaat dan multifungsi, antara lain untuk menjaga kesehatan, upaya mencegah datangnya penyakit, menambah kebugaran dan kesegaran tubuh, memperindah tubuh, penyegaran mental (refreshing), dan sebagainya. 

Sebagai ilustrasi mengenai betapa pentingnya olah raga ini bagi remaja, terlebih pelajar/ mahasiswa, akan dikemukakan sekilas kisah. Suatu hari, Imam Ghazali sedang mengajar para siswanya di kelas. Tiba-tiba muncullah seorang siswanya yang datang terlambat. Imam Ghazali bertanya kepada siswanya tadi: “Mengapa kamu terlambat datang?” Jawab siswa itu: “Saya tadi baru saja menyaksikan lomba renang.” Imam Ghazali bertanya lagi: “Siapa juaranya?” Siswa tadi menjawab, “Pemuda dari Yahudi.” Mendengar jawaban siswanya itu, Al-Ghazali lalu memerintahkan kepada semua siswanya untuk belajar renang, sementara pelajaran hari itu diakhiri, untuk memberikan kesempatan kepada siswanya berolah raga renang.

Sejalan dengan itu hasil pengamatan membuktikan, bahwa olah raga mampu membuat pelakunya relatif sehat jasmaniahnya, yang lazimnya berimplikasipada kesehatan mental/ jiwanya. Terlebih jika olah raga telah dilakukan orang sejak dini (sejak kecil, minimal sejak remaja/ anak baru gedhe/ ABG) akan bagus sekali dampaknya bagi kesehatan jasmani pada usia tuanya. Realitas menunjukkan, bahwa mereka yang sejak masa kecil atau remaja aktif berolah raga, misalnya: sepak bola, badminton, tenis lapangan, senam aerobic, dan sebagainya, maka pada masa tuanya kondisi fisiknya relatif sehat wal ‘afiyat, terlihat segar meskipun usianya sudah lebih dari 60 tahun. Artinya, usia fisiknya terkesan lebih muda daripada usia kronologisnya (yang sebenarnya). Jadi, mereka, yang berolah raga secara rutin, terkesan awet muda. 

Para petani di pedesaan juga sudah menunjukkan realitas ini. Mereka yang setiap harinya “berolah raga” dengan ‘mencangkul/ menggarap sawah/ ladang’, kondisi fisiknya relatif prima, badannya tegap dan kokoh meskipun usianya sudah baya, jarang terkena penyakit yang serius seperti jantung, ginjal, darah tinggi, dan lain-lain. Bahkan, jika olah raga dilakukan dengan teratur dan penuh disiplin dapat membuat relatif awet muda (setidaknya banyak contoh yang menunjukkan demikian). Hal ini dapat dipahami, mengingat bahwa orang yang gemar berolah raga peredaran darahnya menjadi lebih lancar, metabolisme tubuh menjadi bagus, karena jalan darah lebih longgar (jika menyempit maka dapat berakibat fatal). 

Pendek kata, olah raga mampu membuat pelakunya relatif sehat jasmaninya dan pada gilirannya dapat mencegah datangnya penyakit-penyakit yang sering melanda masyarakat modern seperti: penyakit jantung, tekanan darah tinggi, asam urat, ginjal, dan sebagainya. Dan, pada gilirannya jasmani sehat membuat mental kita juga sehat sehingga pikiran dan segenap kemampuan kita dapat dikerahkan secara optimal. Tentu saja di sini kesehatan mental (rohani) juga harus diperhatikan. Sebab, jika sehat jasmani saja sementara mental rusak, maka justru sering menimbulkan kerusakan dan kejahatan dalam masyarakat. Dengan kata lain, kesehatan jasmani dan rohani harus berjalan seimbang di samping kesehatan intelektual. 

Jika demikian, maka kita akan dapat bekerja dan/ atau berkarya secara optimal dengan menghasilkan karya unggulan. Bukankah ada peribahasa dalam bahasa Arab: “Al-aqlus saliimu fil jismis saliimi”, atau dalam bahasa Latin “Men sana in corpore sano” yang berarti: “Akal yang sehat terletak pada badan yang sehat”.

Jadi, olah raga sangat mendukung terhadap upaya pengembangan sumber daya insani (SDI) yang berkualitas. Tanpa badan yang sehat niscaya tidak mungkin seseorang dapat bekerja secara optimal untuk menghasilkan karya yang besar pula. 

3. Olah Raga: Refleksi Syukur

Anugrah Allah Swt. yang diberikan kepada manusia tidak terhitung banyaknya. Salah satunya yang tiada ternilai adalah nikmat sehat. Dapat dibayangkan betapa menyesalnya seseorang jika dia memperoleh limpahan nikmat berupa ilmu yang tinggi, kedudukan/ tahta yang tinggi, kekayaan yang melimpah, istri cantik nan seksi, anak-anak pandai dan shalih, sehingga menjadi orang yang terhormat, namun dia menderita sakit. Bagaimana mungkin dia dapat menikmati semua nikmat tadi. Oleh karena itu, kesehatan merupakan sesuatu yang vital bagi manusia.dan karenanya wajib kita syukuri. 

Mengingat betapa vitalnya kesehatan bagi kita, maka sebagai refleksi rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat sehat itu maka selayaknya kita menjaga kesehatan dan merawat kebugaran dan keindahan tubuh yang diberikan Allah kepada kita itu dengan berolah raga. Dengan berolah raga maka metabolisme tubuh akan bagus, darah dapat berjalan lancar, syaraf-syarat menjadi kendor. Demikian juga kelelahan mental, rasa jenuh, stress, beban pikiran, dan lain-lain juga dapat dieliminasi setidaknya dikurangi dengan berolah raga. Sehingga, olah raga juga dapat kita jadikan sebagai media refreshing bagi fisik dan mental kita.

Di sisi lain, sebenarnya secara simbolik atau tidak langsung Allah telah mengajari kita berolah raga untuk menjaga kesehatan melalui ibadah shalat dan haji. Jika kita cermati sebenarnya shalat merupakan ibadah yang sekaligus menggambarkan gerakan-gerakan olah raga --dalam hal ini senam-- yang sistematis. Dimulai dengan gerakan tangan diangkat ke atas (takbiratul ihram), lalu gerakan membungkukkan badan (ruku’), kembali berdiri tegak (i’tidal). Setelah itu dilanjutkan dengan gerakan membungkukkan badan lebih dalam dengan menekuk lutut dan tangan (sujud pertama), kemudian gerakan menduduki lutut dan menekuk kaki (duduk antara dua sujud) dan kembali membungkukkan badan lebih dalam dengan menekuk lutut dan tangan (sujud kedua). Usai gerakan-gerakan tadi pada raka’at pertama, kemudian berdiri lagi untuk melanjutkan dengan raka’at kedua dari berdiri hingga sujud kedua. Setelah itu diakhiri dengan gerakan menduduki lutut dan menekuk kaki cukup lama (tasyahud), kemudian memutar leher ke kanan dan ke kiri (salam). 

Begitu sistematisnya gerakan shalat itu sebagai sebuah struktur gerak yang demikian runtut untuk menggerakkan seluruh anggota badan dari tangan, kaki, kepala, leher, hingga punggung. Bahkan, dilihat dari jumlah raka’atnya pun shalat dilakukan dengan jumlah raka’at yang berbeda-beda sesuai dengan kesiapan fisik dan mental serta saatnya yang proporsional. Misalnya: shalat Shubuh –saat fajar menyingsing ketika orang baru bangun tidur-- cukup dua raka’at, Zhuhur (siang) empat raka’at, lalu ‘Ashar (sore) empat raka’at, Maghrib (senja) tiga raka’at, dan ‘Isya’ (malam) dengan empat raka’at. Demikian proporsional jumlah raka’at shalat itu sesuai dengan saat-saat aktivitas manusia dalam mengarungi kehidupan. Mengapa shalat Shubuh tidak empat raka’at? Inilah Mahabijaksananya Allah swt.

Demikian pula ibadah haji yang dilaksanakan dengan berbagai rukunnya yang menuntut gerakan badan dan stamina fisik yang prima. Artinya, dalam ibadah haji sarat dengan olah raga juga. Misalnya: mengitari Ka’bah (thawaf), lalu berjalan/ berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa (sa’i), kemudian melempar jumrah (jumrah ula dan ukhra), dan berkemah di padang Arafah (wukuf). Terlebih lagi semua rukun haji terebut dilaksanakan di tengah lautan manusia yang berjumlah jutaan. Tentu saja semua itu memerlukan kesehatan fisik yang prima. 

Layaklah jika kesehatan kita jaga dan kita rawat kebugaran dan keindahan tubuh sebagai formulasi, wujud rasa syukur kita kerpada Allah yang memberikan kesehatan kepada kita.

4. Penutup

Demikianlah beberapa hal mengenai budaya berolah raga dalam pandangan Islam. Islam sangat menghargai orang yang merawat kesehatan dan menjaga kebugaran tubuh, karena badan yang sehat akan mampu membuat seseortang menjadi lebih produktif. Sebaliknya, orang yang jarang berolah raga akan mudah terkena penyakit.

Rasulullah Muhammad Saw. ternyata penggemar olah raga. Beliau pernah berlomba lari dengan istri tercintanya, Siti Aisyah. Bahkan, beliau pernah bergulat dengan seorang pemuda yang kuat dari kabilah lain di jazirah Arab. Jika Rasulullah Saw. saja gemar berolah raga, mengapa kita tidak?

Saudara/i Ku, Tentunya ini akan memotivasi Kita semua sebagai pewaris Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah, semoga semangat untuk berjuang fisabilillah dan menjadikan kegiatan kita sebagai sarana membina diri kepribadian yang berahlaqulkarimah, dalam rangka meraih ridho ALLAH SWT.....

by Ali Imron Al ma'ruf ( Dosen UNY)
Daftar Pustaka
Djatnika, Rachmat. 1985. Sistem Ethika Islami (Akhlak Mulia).Surabaya

SEKERTARIAT KABUPATEN BEKASI

PIMDA 52 TAPAK SUCI KABUPATEN BEKASI

SEKERTARIAT :
RUKO PERMATA METROPOLITAN
BLOK A3 NO.1 TAMBUN BEKASI

CABANG TAPAK SUCI MELIPUTI SELURUH KECAMATAN DI KABUPATEN BEKASI

BERIKUT CABANG - CABANG DI KABUPATEN BEKASI:
SD AL AZHAR SIFABUDI LEGENDA BEKASI, SDIT PERMATA HATI, GRAHA MELASTI,INTERNATIONAL ISLAMIC BOARDING,SMP N 1 CIBITUNG,SMA BABELAN,SDN 1 TELAGA MURNI CIKARANG BARAT, SMP I,II & SMUN II CABANGBUNGIN,CABANG BINAAN; PONPES AN NUR, DARUT TAUBAH,SDIT AL MANAR, SMUN II BABELAN,SMK KARYA GUNA I&II
PERUMNAS 3 BEKASI
PCM SETU CIJENGKOL

FISIOTERAPI CIDERA


SEKILAS TENTANG FISIOTERAPI PADA CIDERA OLAH RAGA
Cedera olah raga dapat terjadi akibat trauma akut atau trauma yang terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu lama.

Faktor-faktor yang meningkatkan resiko cidera olah raga :

Faktor Atlit.

- Umur, mempengaruhi kekuatan dan lama penyembuhan jaringan yang cidera.

- Karakteristik atlit

- Pengalaman

- Tahap latihan

- Teknik

- Pemanasan

Fasilitas Latihan dan Peralatan

- Perlengkapan latihan

- Pelindung / pengaman

Karakteristik dari olah raga

Pembagian Cidera

Cidera akibat pengaruh dari luar (faktor ekstrinsik)Contohnya ; tackling atau tabrakan, pukulan atau benturan, lapangan yang jelek.

Cedera akibat pengaruh dari dalam (faktor intrinsik)Contohnya ; postur tubuh yang kurang baik, gerakan latihan yang salam, kelemahan otot, fisik yang tidak fitPemakaian yang berlebihan (overuse).

Pencegahan Cidera

- Menentukan kondisi kesehatan secara umum

- Mendeteksi keadaan postur tubuh yang mungkin dapat menyebabkan cedera

- Mendeteksi keadaan-keadaan yang membahayakan bila yang bersangkutan melakukan olah raga.

Proses Penyembuhan

Hemostasis

- Terjadinya proses perdarahan

- Bekuan darah terjadi 6 – 8 jam

Inflamasi

- Terjadinya proses peradangan

- Terdapat tanda-tanda radang, yaitu ;bengkak,kemerahan,nyeri,panas lokal,terganggunya fungsi.

- Terjadi 2 kali 24 jam setelah cidera, cidera berat sampai 1 minggu.

Proliferasi

- Mulai terjadi proses penyembuhan

- Terjadi 7 – 21 hari

Remodelling

- Terjadinya proses pemulihan kembali

- Terjadi sampai 18 bulan.

Proses Penanganan pada cidera olah raga

Pemeriksaan

Anamnesis (tanya jawab dengan pasien), ditanyakan mula timbulnya cideraPalpasi dan Inspeksi (diraba dan dilihat)Pemeriksaan gerak dasar.

- Pemeriksaan gerak pasif

- Pemeriksaan gerak aktif

- Pemeriksaan gerak isometrik melawan tahanan

Diagnosis.

menentukan daerah mana dan bagian apa yang mengalami cidera.

Perencanaan, menentukan pengobatan yang paling tepat untuk cidera yang dialami.

Pelaksanaan pengobatan

Evaluasi.

Secara prinsip seperti pula pada cidera yang lain maka upaya penyembuhan adalah kesempatan jaringan untuk sembuh baik sehingga tidak menimbulkan jaringan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu prinsip pengobatan pada kondisi akut mempunyai program yang sangat terkenal yaitu berikanRICE, yaitu ;

R: REST, jaringan yang terkena cidera harus diistirahatkan dalam kurun waktu tertentu agar mendapat kesempatan untuk sembuh

I: ICE, yaitu diberikannya pengobatan dengan es dengan tujuan untuk menahan vasodilatasi dan agar terjadi vasokonstriksi.

C: CROMPRESSION, yaitu pemberian tekanan yang rata dengan tujuan untuk mencegah pembengkakan yang berlebihan.

E: ELEVATION, yaitu menaikan anggota tubuh yang cidera agar dapat membantu pengembalian darah ke jantung.

Dan hindari HARM, yaitu

H: HEAT, peberian panas justru akan meningkatkan perdarahan

A: ALCOHOL,akan meningkatkan pembengkakan

R: RUNNING, atau exercise terlalu dini akan memburuk cidera

M: MASSAGE, tidak boleh diberikan pada masa akut karena akan merusak jaringan.

CONTOH-CONTOH CIDERA OLAH RAGA :

1. ROBEKAN OTOT (strain) dan ROBEKAN LIGAMENT (sprain)

Tanda-tanda :- rasa nyeri yang umum- bengkak dan memarStrain diklasifikasikan berdasarkan berat rignannya :

- Derajat I : regangan serabut tendon dan otot, dengan minimal

- Derajat II : regangan serabut tendon, dengan robekan sebagian, bersamaan dengan nyeri danbengkak.

- Derajat III : robekan serabut otot yang luas dengan nyeri, bengkak dan kemungkinan ada yang putus.

Pada prinsipnya pertolongan pertama :

-RICE- Balut tekan (pressure bandage)- Bantu dengan tongkat atau kruk- Mulai aktivitas dengan hati-hati secara bertahapBagaimana mencegahnya :

- jangan lalai berikan latihan stretching, latihan ini meningkatkan kelenturan- jangan coba melakukan latihan terlalu banyak/cepat.

2. CRAMPS Tanda :- nyeri otot yang sangat dan spasme- keringat yang berlebihan- tidak bereaksi terhadap massage atau stretchingPertolongan :

- angkat korban ke daerah yang lebih dingin.

- Kemudian kram dihilangkan dengan massage.

3. PATAH TULANG Tanda :

- adanya ruda paksa- nyeri setempat dan makin bertambah bila digerakkan.

- Hilangnya fungsi

- Terdapat perubahan bentuk

- Nyeri tekanan/ketok- Gerakan-gerakan abnormal.

Pertolongan :

- atasi shock dan perdarahan, dijaga lapangnya jalan nafas.

- Pasangkan bidai (spalk) atau dibebankan ke anggota badan pendrita yang sehat

- Bila adanya dugaan patah tulang, dibaringkan pada alas yagn keras- Massage/ diurut sama sekali dilarang

- Bawalah ke rumah sakit yang terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

4. KESELEO (strain pergelangan kaki) Tanda:

- ligamen yang putus (partial/total)

- kadang-kadang dislokasiTanda :

- sakit pada sendi

- rasa putus-

fungsi menurun-

bengkak- hematomaPenyebab :- trauma /egrakan yang keras pada pergelangan kaki sehingga kaki terpuntir melebihi ROM

Pengobatan :

- RICE- Boleh pakai bidai, tongkat, jalan dengan menumpu berat badan- Gips, boleh jalan setelan 21 hari- Kompres es 3 – 4 kali sehari- elevasi

MARS TAPAK SUCI

   Mars Tapak Suci

Baju serta claana merah tampaknya gagah

Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Dengan Iman serta Akhlak

Tapak Suci menjadi kuat

Mengabdi kepada Allah Bangsa dan Negara

Membela keadilan merata

Cinta damai dan kasih sayang

Utama-kan persaudaraan

Reff :

Bina olahraga sebagai sarana

Temu krida antar pemuda

Walaupun berbeda namun satu jua

Dibawah panji Islam mulia 

Bina olahraga sebagai sarana

Temu krida antar pemuda

Walaupun berbeda namun satu jua

Dibawah panji Islam mulia 

Setia serta patuh menjalankan ibadah

Tapak Suci  Putera Muhammadiyah

Dengan ikhlas serta percaya 

Kepada diri sendiri

Bersama tapak suci kubawa dan amalkan

Islam agama allah nan suci

Dengan iman nyinar di dada

Kusebarkan islam didunia

Reff 2 :

Siapkan fisikmu siapkan mentalmu

Bukalah dalam rohanimu

Panjatkan doamu Allah ya Tuhanku

Berikan kekuatan padaku

Siapkan fisikmu siapkan mentalmu

Bukalah dalam rohanimu

Panjatkan doamu Allah ya Tuhanku

Berikan kekuatan padaku

Jumat, 01 Januari 2016

SENJATA KHAS TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

TSPM 

Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan perguruan pencak silat yang berasaskan Islam yang berkembang hingga saat ini.Tapak suci merupakan salah aliran perguruan silat yang mengikuti sebuah pekan olah raga se Asia Tenggara yaitu Sea Games.Perguruan ini banyak melahirkan para pendekar yang berbakat,mengapa Tapak Suci bisa didirikan?Setiap perguruan pencak silat pasti mempunyai  senjata khas dan jurus-jurus yang diterapkan dilatihan yang mempunyai unsur-unsur dalam 
kehidupan yang bersumber pada Alqur’an dan As Sunnah.Ok kali ini saya akan menulis artikel tentangjenis Senjata dan macam-macam Jurus Dasar Tapak Suci.

 

SENJATA TAPAK SUCI

Berikut ini adalah senjata khas yang dimiliki tapak suci :
1.KASEGU
Adalah senjata serba guna khas tapak suci yang diciptakan oleh pendiri tapak suci yaitu bapak M.Barrie Irsyad
2.Tongkat/Toya
 Sebuah senjata yang terbuat dari kayu atau rotan yang digunakan sebagai  senjata dasar di perguruan tapak suci.tehnik-tehnik toya antara lain : tusukan,tebasan,putaran dan goresan
3.SENAKAR
Senjata yang satu ini adalah senjata andalan yang digunakan oleh pendekar besar Joko Suseno,Senakar dikembangkan dari SEGU.Sifat senakar agresif,tehnik senakar antara lain : sodok,kait,tusuk,tebas,congkel,putaran dan besut
4.TOMBAK
Jenis senjata yangterbuat dari rotan yang ujungya ada pisaunya
5.RANTE
Senjata ini mirip dengan ruyung sebuah senjata untuk menghadapi lawan jarak dekat penggunaan senjata ini cukup sulit karena menggunakan koordinasi badan,keluwesan,maka diperlukan latihan khusus
6.PEDANG MAWAR
Salah satu jenis golok yang diciptakan oleh bapak m.barrie irsyad
7.KERIS
Keris merupakan senjata khas pulau jawa yang terbuat berbagai unsur logam.pada jaman dulu keris dibuat oleh empu dan digunakan untuk perang
8.KATANA
Salah satu senjata yang digunakan tapak suci m.barrie irsyad memperoleh senjata ini langsung dari perwira jepang Makno pada masa pendudukan Jepang di Indonesia

Sebetulnya masih banyak lagi senjata yang belum di sebutkan di sini karena secara historis Tapak suci tidak termasuk namun senjata-senjata ini di pakai oleh para pendekar dan pelatih Tapak suci putera Muhammadiyah sebagai inovasi dan kekayaan namun pada umum nya para pendekar dan pelatih bisa menerap kan apapun yang ada di alamam semesta sebagai senjata.

Belum lagi pengaruh daerah yang sangat beragam senjata nya contoh nya:

KIPAS,Golok,kemoceng,tongkat pendek,pecut,clurit dan lainnya 

Sebagai seorang yang berjiwa Tapak suci yang telah menempuh pendidikan yang cukup lama pastilah mempunyai inovasi2 yang baru mengarah pada pembaruan karena keilmuan di Tapak suci sangat beragam dan selalu berkembang sesuai perubahan jaman.

JURUS DASAR PERGURUAN TAPAK SUCI

Dibawah ini bebeapa macam jurus dasar perguruan tapak suci :

1.JURUS MAWAR

Jurus mawar di bagi menjadi 5 bagian yaitu :
a.Mawar mekar
jurus ini menggunakan punggung tangan dengan sasaran untuk menangkis serangan lawan dengan lintasan dari dalam melingkar keluar
b.Mawar layu
menggunakan telapak tangan dan digunakan untuk menangkis serangan lawan
c.Belitan tangkai mawar
menggunakan telapak tangan,punggung tangan,dan jari dan digunakan untuk pernafasan
d.Mawar layu tertiup angin
menggunakan telapak tangan digunakan untuk tangkisan dan hindaran
e.Mawar mekar menyongsong matahari
menggunakan seluruh bagian tangan kanan dan kiri dan digunakan untuk pernafasan

JURUS ini di ciptakan oleh pendekar M.Barie Irsyad P.Br dari Yogyakarta.

2.JURUS KATAK

Jurus katak dibagi menjadi 3 yaitu:
a.Katak kembar
menggunakan dua mata pelana dengan sasaran ulu hati
b.Katak berkejaran
menggunakan dua mata pelana dengan sasaran ulu hati dari dalam lurus dan saling berkejaran
c.Katak melempar tubuh
menggunakan dua mata pelana dengan sasaran ulu hati

JURUS ini di ciptakan oleh Pendekar M.Barie Irsyad P.Br dari Yogyakarta 

3.JURUS LEMBU

Tandukan lembu jantan menggunakan sikut dengan sasaran ulu hati dan patahan

JURUS ini mempunyai sifat sangat kuat ,gesit dan lincah sehingga bisa untuk serangan dan bisa mematahkan kan serangan lawan.

JURUS ini di ciptakan oleh Pendekar Buchori Ahmad P.Br dari jember.

4.JURUS HARIMAU

Jurus ini dibagi menjadi 7 bagian yaitu :
a.Harimau menutup jalan
menggunakan pisau kaki dengan arah sasaran perut
b.Harimau membuka jalan
menggunakan pisau kaki dengan arah sasaran perut
c.Benturan harimau
menggunakan telapak kaki dengan arah sasaran ulu hati
d.Tapukan harimau
menggunakan telapak kaki dengan arah sasaran pipi,pelipis atau posisi musuh bawa senjata
e.Terkaman harimau lapar
menggunakan telapak kaki dan tangan untuk membanting lawan
f.Harimau menggoyang ekor
menggunakan pisau kaki dengan sasaran lutut samping
g.Harimau tidur
menggunakan telapak kaki untuk menghindari serangan lawan

PENCIPTA JURUS ini adalah H.Chusnan David P.Br dari Surabaya.

5.JURUS IKAN TERBANG

Jurus ini dibagi menjadi 5 bagian yaitu :
a.Ikan terbang menggoyang sirip
b.Ikan terbang menerjang  sarang
c.Ikan terbang menjulang ke angkasa
d.Sambaran ikan terbang
e.Sabetan ikan terbang

JURUS ini mempunyai sifat dan karakter yang gesit serangan cepat dan kuat sehingga tidak mudah di patah kan oleh serangan lain

PENCIPTA JURUS ini adalah Pendekar M.Barie Irsyad P.Br dari Yogyakarta.

6.JURUS NAGA

Jurus ini dibagi menjadi 9 bagian
a.Naga terbang lintasan luar
b.Tandukan naga jantan
c.Gigitan naga
d.Pagutan naga
e.Pagutan naga kembar
f.Sambaran naga
g.Tajian naga
h.Tamparan naga
i. Pagukan Naga 

PENCIPTA JURUS ini adalah Pendekar M.Barie Irsyad P.Br dari Yogyakarta.

7.JURUS RAJAWALI

Dibagi menjadi 5 bagian yaitu :
a.Rajawali membuka sayap
menggunakan lengan luar bagian dalam digunakan untuk menangkis seragan lawan
b.Rajawali membentang sayap
menggunakan lengan bawah bagian luar digunakan untuk menangkis serangan lawan
c.Rajawali menutup sayap
menggunakan lengan bawah bagian dalam digunakan untuk tangkisan
d.Rajawali mengibas sayap
menggunakan lengan bawah bagian luar digunakan untuk tangkisan
e.Rajawali terbang
menggunakan kaki kanan dan kiri digunakan untuk menghindari serangan lawan

PENCIPTA JURUS ini adalah Pendekar ANNAS P.Ua dari DKI Jakarta.

8.JURUS MERPATI

Jurus ini dibagi menjadi  4 bagian yaitu :
a.Pagutan merpati
menggunakan sikut jari empat jari tertekuk dengan sasaran antara dua mata
b.Mepati mengibas sayap
menggunakan pangkal telapak tangan bagian dalam dengan sasaran dagu atau rahang
c.Merpati mengibas ekor
menggunakan pangkal telapak tangan bagian luar dengan arah sasaran pelipis
d.Sambaran merpati
menggunakan pangkal jari telunjuk dan ibu jari dengan arah sasaran pelipis.

PENCIPTA JURUS ini adalah Bpk Pendekar H.Ismail Navianto P.Br dari Malang

 PENCAK SILAT MERUPAKAN WARISAN BUDAYA INDONESIA YANG HARUS DIJAGA DAN DILESTARIKAN SERTA MENJALIN SILATURAHMI ANTAR SESAMA MANUSIA

Demikian uraian singkat tentang jenis Sejata dan macam-macam Jurus Tapak Suci,sebagai gambaran yang ingin tau

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin belajar selalu semangat dalam latihan.